mungkin nanti kau kan kehilangan wajahku yang tak pernah kau ingat
meski mungkin bisa saja aku lalulalang di halte itu
tempat kau selalu menunggu senja
menunggu langit jadi abuabu
tapi aku dan hujan telah berkawan
pada titiktitik, katakata tlah kujelmakan
maka ku kan selalu bisa menyapamu
pada tiap hujan yang berlalu
lalu bila kemarau datang
kau kan tibatiba begitu merindukanku
sampai mengigau bibirmu menceracau
tapi aku sudah tak lagi ada
namun juga sekaligus tlah selalu bersamamu
selalu, kan selalu
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar