terlalu merah, terlalu rekah
selalu ada dua senja yang berbeda setelah hujan hanya turun sebelah menyebelah. selalu ada airmata tumpah setelah kata usaha sudah lampau lelah. ada retakretak tua yang kujumpai di matamu saat kau berbalut kain cantik warna abuabu. lama kupandang, kucermati, makin lama makin kutahu, itu hanya aku, yang terjelma sebagai bayang yang terlalu kuyu untuk dikenang. pada akhirnya aku hanya akan jadi baris nama yang pernah luka, karena senja terlalu merah untuk setiap cinta yang terlalu rekah.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



Bagus kak,, minta copas ya kak,, hehe
BalasHapushuf....
BalasHapuspatah tumbuh... hilang berganti... Pak.. :)
BalasHapus