ahh... sore ini payah, ku lihat senja patah
tanggal 12, di resto itu lagi. di bangku itu lagi. tempat waktu itu kau duduk. memesan makanan cina yang waktu itu kau pesan. sedikit terlambat, sama seperti waktu itu. sendiri, berbeda dari waktu itu.
sengaja kupilih tempat dudukmu, bukan tempat dudukku waktu itu. karena aku tak berencana untuk mengenang apa-apa dari semuanya. aku tak perlu mengenang. aku selalu ingat semuanya. pakaian yang kau kenankan senja itu. katakata yang kau ucapkan senja itu. semuanya. aku hanya ingin mengira-ngira caramu melihatku senja itu, dg kemeja merah hatiku yg kusut, jg rambutku yg ketinggalan mode. hmm... mungkin seperti inilah.
sudah, tak kuhabiskan makananku. sama seperti waktu itu tak kau habiskan makananmu. mustahil, aku tahu. porsi itu terlalu banyak, dan kau terlalu cantik untuk memakan semuanya.
sudah, kubayar separuh dari jumlah yang waktu itu kubayarkan. sama seperti waktu itu, aku tak menarik tabunganku.
sudah, kubayar bea parkir dengan jumlah yang sama seperti waktu itu. tentu saja, itu belum lama, dan juru parkir belum gila untuk menaikkan harga dua kalinya.
sudah, shalat maghrib di masjid yang sama seperti waktu itu.
sudah, aku langsung pulang. hanya sesingkat itu, sama seperti waktu itu.
sungguh, aku tak hendak mengenang apa-apa dari semuanya. aku ingat semuanya. sungguh, aku tak berencana mengenang apa-apa dari semuanya. aku ingat semuanya. aku tak berniat, mengenang apa-apa dari semuanya. aku ingat semuanya. sungguh,..
aku, hanya rindu
Label:
Cermin
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar